PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Seorang perempuan menjadi korban penjambretan di Jalan Samari, sekitar 100 meter dari Bundaran Obor, Rabu, 15 April 2026 malam. 

Peristiwa tersebut terjadi saat gerimis turun dengan kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan memadai.

Korban diketahui baru saja pulang kerja dan melintasi jalur yang biasa ia lewati setiap hari. Namun, situasi malam itu berbeda karena jalan dalam kondisi basah dan minim cahaya, sehingga lingkungan sekitar tampak sepi dan rawan.

Pelaku beraksi seorang diri menggunakan sepeda motor jenis Scoopy berwarna hitam. Ia mendekati korban, lalu dengan cepat merampas tas yang dibawa sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.

Di dalam tas tersebut terdapat sejumlah barang penting, termasuk telepon genggam dan kunci motor. Korban tidak sempat melakukan perlawanan karena aksi pelaku berlangsung sangat cepat di tengah kondisi gelap.

Sapari, warga yang berada di sekitar lokasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut korban merupakan perempuan yang kerap melintas di jalan itu setiap hari.

“Habis pulang kerja, memang tiap hari lewat situ,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya penerangan jalan di kawasan tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menambah lampu penerangan guna meningkatkan keamanan, terutama pada malam hari dan saat cuaca buruk. (DANANG/H)