BORNEONEWS, Palangka Raya – Gaya berpakaian Generasi Z dinilai tidak lepas dari pengaruh tren global dan algoritma media sosial yang membentuk pilihan mereka.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Farid Zaky Yopiannor, menilai adaptasi tren global menunjukkan adanya pergeseran nilai budaya.
“Tren fashion dari Jakarta, Korea, atau Amerika Serikat dapat dikonsumsi secara real-time oleh pemuda di daerah, sehingga tidak ada lagi jarak yang berarti dalam mengikuti perkembangan gaya global,” Farid Zaky Yopiannor di Palangka Raya, kamis, 16 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa kebebasan berekspresi kini lebih menonjol dibandingkan nilai keseragaman dalam berpakaian.
Namun demikian, ia mengingatkan adanya paradoks dalam fenomena tersebut, di mana pilihan gaya tetap dipengaruhi oleh algoritma.
“Keunikan yang mereka kenakan sebenarnya adalah komoditas massal yang sama, yang juga digunakan oleh jutaan orang lain di waktu yang bersamaan,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/H)









