PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Suasana religius dan khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Syifa’ul Qulub, kawasan Menteng, Temanggung Tilung, saat digelar peringatan Haul Akbar ke-220 Maulana Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau yang akrab disapa Datu Kalampayan.

Acara ini dihadiri oleh ratusan jemaah yang antusias berkumpul untuk mengenang salah satu ulama besar penyebar ajaran Islam di Kalimantan.

Kehadiran Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menjadi perhatian tersendiri dalam kegiatan yang sarat makna spiritual ini.

Kedatangannya merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah kota terhadap upaya pelestarian nilai-nilai keagamaan serta warisan pemikiran ulama besar Tanah Banjar yang telah meletakkan dasar keislaman di wilayah ini.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Palangka Raya tersebut disambut hangat langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Syifa’ul Qulub, KH. Syafi'i Aslam, serta para jemaah yang memadati lokasi acara.

Pertemuan ini semakin menguatkan tali silaturahmi antara unsur pemerintah dan tokoh agama dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Fairid Naparin menilai peringatan haul ini bukan sekadar agenda rutin tahunan semata.

Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana refleksi mendalam bagi seluruh hadirin untuk meneladani perjuangan dan keilmuan yang telah ditorehkan oleh Datu Kalampayan dalam menyebarkan dakwah Islam di bumi Kalimantan.

“Peringatan ini adalah momen penting untuk merajut silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Kita berharap semangat menuntut ilmu dan nilai-nilai religius yang diajarkan oleh Datu Kalampayan dapat terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Palangka Raya,” ujar Fairid sebagaimana rilis diterima pada Kamis, 16 April 2026.

Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara yang dinilai mampu memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas warga.

Rangkaian acara berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pembacaan maulid, dilanjutkan pembacaan manakib yang mengisahkan perjalanan hidup sang ulama, serta ditutup dengan doa bersama.

"Melalui momentum ini, diharapkan penghormatan terhadap jasa para ulama terdahulu dapat menjadi inspirasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/j)