PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kolaborasi antara perusahaan perkebunan dan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. PT SSMS bersama BUMDes Berkah Mulya Jaya menyalurkan insentif keberlanjutan kepada ratusan pekebun sawit swadaya di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Sebanyak 506 pekebun menerima insentif dari skema Book & Claim Roundtable on Sustainable Palm Oil atau RSPO dengan total nilai mencapai Rp1,74 miliar. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong praktik perkebunan sawit yang berkelanjutan di tingkat petani.

Penyerahan insentif dilakukan dalam seremoni yang digelar pada 13 Maret 2026 di Desa Mekar Mulya. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan atas komitmen para pekebun dalam menerapkan standar budidaya kelapa sawit berkelanjutan sesuai prinsip RSPO.

"Dari total dana tersebut, sebesar Rp737,3 juta disalurkan langsung kepada para pekebun sebagai insentif," kata Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi dalam rilis kepada Borneonews pada Kamis, 16 April 2026.

Dana ini, katanya, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memotivasi mereka untuk terus menjaga praktik ramah lingkungan dalam pengelolaan kebun.

"Sementara itu, sisa dana dialokasikan untuk mendukung keberlanjutan kelembagaan dan pembangunan desa," terangnya lagi.

Rinciannya meliputi kas usaha BUMDes sebesar Rp41,4 juta, kontribusi untuk desa Rp33,1 juta, serta alokasi program sosial dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebesar Rp16,5 juta.

Pengelolaan seluruh dana dilakukan secara transparan oleh BUMDes Berkah Mulya Jaya. Skema kolaboratif ini dinilai tidak hanya memperkuat ekonomi pekebun, tetapi juga mendorong tata kelola desa yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)