PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Kalimantan Tengah bersama Universitas Muhammadiyah Palangka Raya menggelar rapat persiapan Verifikasi dan Kelayakan Anggaran atau VEKA Program Hilirisasi Riset SINERGI Tahun 2026 secara daring. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan kesiapan usulan riset sebelum memasuki tahapan verifikasi nasional.

Rapat tersebut diikuti Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah, Sunarto, bersama Tim Kerja Pengendalian Penduduk serta perwakilan perguruan tinggi pengusul dari Kalimantan Tengah. Forum ini dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kesiapan teknis dalam menghadapi proses VEKA.

Dalam pembahasannya, VEKA merupakan tahapan penting sebelum verifikasi nasional Program SINERGI yang berada dalam skema pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.

"Program ini melibatkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mendorong hilirisasi hasil riset agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Sunarto pada Kamis, 16 April 2026.

Dari Kalimantan Tengah, proposal yang diajukan peneliti dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya berhasil lolos seleksi awal dan melaju ke tahap verifikasi kelayakan anggaran. Capaian ini dinilai menjadi peluang strategis bagi daerah untuk mengembangkan inovasi berbasis riset yang aplikatif.

Sunarto menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung program kependudukan dan pembangunan keluarga.

"Hilirisasi riset tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi harus mampu memberikan solusi konkret terhadap berbagai tantangan pembangunan di daerah," terang Sunarto.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi yang terbangun semakin kuat dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung, khususnya dalam mendukung program pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk di Kalimantan Tengah. Program SINERGI pun diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat. (TESTI PRISCILLA/j)