KATINGAN –

BORNEONEWS, Kasongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan menunjukkan komitmen serius dalam mentransformasi sektor pertanian daerah. 

Bupati Katingan, Saiful, menerima audiensi Tim Konsultan Survey, Investigasi, dan Desain (SID) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Rumah Jabatan Bupati.

Pertemuan strategis ini bertujuan untuk menyempurnakan perencanaan program cetak sawah baru agar lebih akurat, teknis, dan tepat sasaran. 

Turut mendampingi dalam audiensi tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Katingan, Mozard.

Dalam pengantarnya, Mozard mengungkapkan bahwa pelibatan pakar dari ITS merupakan langkah korektif atas berbagai persoalan yang muncul pada tahun-tahun sebelumnya. Ia mengakui bahwa selama ini hasil SID seringkali tidak valid, yang memicu masalah di lapangan.

"Banyak keluhan terkait hasil SID yang kurang valid. Muncul persoalan seperti ketidakjelasan batas lahan, data petani yang tidak sinkron, hingga adanya penolakan masyarakat. Ini menjadi titik krusial yang menghambat proses konstruksi," ujar Mozard.

Ia mencontohkan kegagalan target di wilayah Pendahara, Kecamatan Tewang Sangalang Garing. Dari target 17 hektare, hanya sekitar 1 hektare yang benar-benar siap tanam. Hal ini disebabkan oleh buruknya perencanaan lapangan dan kurangnya kesiapan kontraktor.

Untuk meminimalisir kegagalan serupa, pemerintah daerah kini mengarahkan fokus pengembangan ke wilayah selatan Katingan. Kawasan ini dinilai memiliki keunggulan strategis, antara lain konektivitas jaringan saluran air yang telah dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS).

Kemudian memiliki populasi lebih dari 30 ribu jiwa yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Masyarakat setempat sudah memiliki budaya mengelola lahan pertanian yang kuat.

Bupati Katingan, Saiful, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa program cetak sawah harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban proyek.

"Kami menyampaikan terima kasih atas inisiasi kegiatan ini. Harapannya, seluruh proses SID berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi petani kita. Kawasan selatan sangat layak dikembangkan sebagai bagian dari program food estate karena potensi tanah dan kesiapan masyarakatnya sangat mendukung," tegas Saiful.

Pemerintah Kabupaten Katingan berharap, dengan supervisi teknis dari Tim ITS Surabaya, dokumen SID yang dihasilkan nantinya benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan, sehingga potensi konflik sosial dan kendala teknis di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin. (ABDUL GOFUR/j)