PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kebijakan Work From Home (WFH) dinilai tidak hanya berkaitan dengan efisiensi energi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi budaya kerja di era digital.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Palangka Raya (UPR), Suprayitno menyebut perkembangan teknologi mendorong perubahan pola kerja yang tidak lagi bergantung pada kehadiran fisik di kantor.

“Saya rasa bisa berkorelasi antara penghematan dan juga transformasi budaya. Apalagi dengan perkembangan teknologi sekarang, yang mau tidak mau, suka tidak suka kita harus ikuti perkembangan tersebut,” Suprayitno di Palangka Raya, Kamis, 16 April 2026.

Ia menilai kebijakan tersebut dapat berjalan seiring antara upaya penghematan BBM dan perubahan budaya kerja.

Selain itu, ia menyarankan pemerintah tidak hanya mengandalkan WFH, tetapi juga memastikan distribusi BBM tetap lancar.

“Pemerintah juga harus memastikan selain penghematan, distribusinya lancar sehingga tidak menghalangi mobilitas masyarakat,” ucapnya. (HERMAWAN DP/R)