KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Warga di Kecamatan Danau Sembuluh kembali menyuarakan keluhan terhadap layanan listrik dari PT PLN (Persero) yang dinilai belum menunjukkan perbaikan berarti selama lebih dari lima tahun terakhir.

Pemadaman listrik dilaporkan masih terjadi dengan frekuensi cukup tinggi, yakni sekitar tiga hingga empat kali dalam sepekan.

Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari pekerjaan rumah tangga, usaha kecil, hingga risiko kerusakan peralatan elektronik akibat tegangan listrik yang tidak stabil.

Salah satu warga Desa Sembuluh, Idil Julhaidir, mengaku masyarakat sudah berulang kali menyampaikan pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile maupun layanan WhatsApp resmi. Namun, hingga kini warga merasa belum mendapatkan kepastian penyelesaian.

“Jawabannya selalu sama, sedang perbaikan. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

Berdasarkan keterangan dari layanan pengaduan, salah satu penyebab pemadaman disebut berasal dari tanaman warga yang berada di sekitar jaringan listrik.

 Meski demikian, masyarakat menilai persoalan tersebut belum ditangani secara tuntas, termasuk terkait mekanisme penanganan serta kemungkinan ganti rugi atas kerusakan perangkat elektronik.

Warga berharap pihak PLN segera mengambil langkah konkret dan menghadirkan solusi jangka panjang agar pelayanan listrik di wilayah Danau Sembuluh dapat kembali normal, stabil, dan layak.

Keandalan listrik dinilai menjadi kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kualitas hidup masyarakat setempat. (FAHRUL)