KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Seorang perajin anyaman uwei asal Kecamatan Kapuas Hilir, Delila, berhasil mencuri perhatian publik setelah menorehkan prestasi dalam ajang Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung Kabupaten Kapuas Tahun 2026. Ia meraih juara pertama dalam lomba menganyam uwei, sebuah kerajinan tradisional yang sarat nilai budaya.

Delila diketahui telah mengenal anyaman uwei sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Keterampilan tersebut ia pelajari dari almarhum ibunya, yang menjadi sosok penting dalam menanamkan nilai kesabaran dan ketekunan melalui proses menganyam.

Dalam kesehariannya, Delila tidak hanya menjadikan anyaman uwei sebagai aktivitas budaya, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan ekonomi keluarga. Karya-karyanya yang bermotif khas kini mulai diminati masyarakat, baik untuk keperluan adat maupun dekoratif.

Menurut Delila, setiap anyaman memiliki filosofi tersendiri. Proses pengerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi menjadi cerminan nilai-nilai hidup yang diwariskan secara turun-temurun di tengah masyarakat Kapuas Hilir.

Prestasi yang diraih dalam festival budaya tersebut menjadi bukti bahwa kerajinan tradisional masih memiliki daya saing dan apresiasi di tengah arus modernisasi. Ajang itu juga menjadi ruang penting untuk memperkenalkan kembali budaya lokal kepada generasi muda.

Ia berharap ke depan semakin banyak anak muda yang tertarik mempelajari anyaman uwei. "Keberlangsungan budaya sangat bergantung pada regenerasi pelaku dan kepedulian masyarakat terhadap warisan leluhur," ucapnya, Kamis, 16 April 2026.

Saat ini, Delila juga membuka pemesanan untuk berbagai produk anyaman uwei yang dibuatnya. Melalui konsistensi dan dedikasinya, ia tidak hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi berbasis kearifan lokal. (SABRIANOOR)