BORNEONEWS, Palangka Raya - Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara atau USU, Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D, menghadiri rapat penentuan skala prioritas kendala dalam pengelolaan mangrove di Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Medan, pada 16-17 April 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Prof Rahmawaty hadir mewakili Kepala Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan (PSL) Sekolah Pascasarjana (SPS) USU, sebagai bagian dari unsur akademisi yang dilibatkan dalam perumusan kebijakan berbasis ilmiah.
Rapat ini merupakan inisiasi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Sumatera Utara yang berkolaborasi dengan Direktorat Rehabilitasi Mangrove serta program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR), guna memetakan berbagai kendala utama dalam pengelolaan ekosistem mangrove.
Kegiatan dipimpin oleh sejumlah pemangku kepentingan strategis, yakni Kepala BPDAS Asahan Barumun, Kepala BPDAS Wampu Sei Ular, serta Kepala Bidang pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Sumatera Utara.
"Melalui forum ini, para peserta yang berasal dari unsur pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga sektor swasta, bersama-sama mengidentifikasi tantangan sekaligus merumuskan langkah prioritas penanganan mangrove secara kolaboratif dan partisipatif," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Kamis, 16 April 2026.
Hasil dari rapat tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan, perencanaan program, serta pengambilan keputusan yang lebih terarah dalam upaya rehabilitasi dan pengelolaan mangrove berkelanjutan di Sumatera Utara. (TESTI PRISCILLA/y)









