PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Peran pekebun sawit swadaya dalam menjaga kelestarian lingkungan dinilai semakin strategis, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya praktik perkebunan berkelanjutan di tingkat tapak. Sebanyak 506 pekebun di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, menerima insentif keberlanjutan dari skema Book & Claim Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan total nilai mencapai Rp1,74 miliar.

Head Department of Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana, Andri Najiburrahman, menegaskan bahwa keterlibatan pekebun menjadi elemen penting dalam upaya perlindungan lingkungan, khususnya dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Menurutnya, kepedulian yang ditunjukkan oleh BUMDes Berkah Mulya Jaya menjadi contoh bahwa pekebun swadaya tidak hanya berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

“Upaya konservasi tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak. Keterlibatan pekebun menjadi bagian penting dalam menciptakan keseimbangan antara produksi dan perlindungan ekosistem,” ujarnya dalam rilis pada Kamis, 16 April 2026.

Ia menambahkan, program yang dijalankan bersama tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran bahwa praktik sawit berkelanjutan bukan sekadar konsep, melainkan dapat diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

"Melalui inisiatif ini, organisasi pekebun swadaya di Lamandau ingin menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan, tetapi juga merupakan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/j)