KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Krisis bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Pujon, Kecamatan Kapuas Tengah, masih berlanjut dan semakin dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Kelangkaan dalam beberapa hari terakhir membuat warga kesulitan mendapatkan BBM untuk kebutuhan sehari-hari.

Dalam tiga hari terakhir, kondisi sempat mencapai titik terparah ketika stok BBM seperti Pertalite, Pertamax hingga solar dilaporkan kosong di sejumlah titik. Meski kini mulai ada pasokan masuk, distribusinya belum stabil dan belum mampu memenuhi kebutuhan warga.

Informasi terbaru yang dihimpun pada Jumat, 17 April 2026 menunjukkan harga BBM eceran masih tinggi. Untuk jenis solar (dexlite), harga kini berkisar Rp28.000 hingga Rp30.000 per liter, sebagaimana terlihat dalam foto terbaru dari salah satu pom mini di wilayah tersebut.

Seorang warga, Tri, mengeluhkan kondisi yang terus berulang setiap kali pasokan BBM tersendat di wilayahnya. Ia menyebut warga hanya bisa pasrah karena tidak memiliki akses ke SPBU resmi.

“Sudah pasti resah warga dengan harga BBM seperti itu. Ini memang nasib kami di Pujon, kalau pasokan terganggu pasti susah karena tidak ada SPBU resmi,” ujarnya.

Tri juga menambahkan, saat kelangkaan terjadi, warga kerap harus mencari BBM hingga ke daerah lain seperti Pendamunte dan Timpah. Kondisi ini membuat biaya semakin besar dan menyulitkan aktivitas sehari-hari.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar distribusi BBM ke wilayah pedalaman seperti Pujon bisa lebih lancar, sehingga kelangkaan dan lonjakan harga tidak terus terjadi. (SABRIANOOR/H)