BORNEONEWS, Palangka Raya - Di tengah sorotan terhadap industri kelapa sawit dan isu lingkungan, inisiatif berbeda muncul dari organisasi pekebun swadaya di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Pendekatan berbasis keberlanjutan mulai menunjukkan kontribusi nyata, tidak hanya bagi ekonomi, tetapi juga bagi pelestarian alam.
Bersama PT Sawit Sumbermas Sarana, para pekebun yang tergabung dalam BUMDes Berkah Mulya Jaya menyalurkan program tanggung jawab sosial (CSR) yang difokuskan pada konservasi orangutan dan perlindungan hutan desa.
"Melalui program tersebut, dialokasikan dana sebesar Rp20 juta untuk mendukung berbagai kegiatan pelestarian lingkungan," kata Direktur BUMDes Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi dalam rilisnya pada Jumat, 17 April 2026.
Dari jumlah tersebut, lanjut Choirul, sebesar Rp15 juta digunakan untuk penyediaan pakan orangutan di kawasan konservasi Pulau Salat.
Sementara itu, Rp5 juta lainnya dialokasikan untuk kegiatan penanaman pohon serta perlindungan hutan desa yang berada di kawasan Nilai Konservasi Tinggi (NKT).
"Upaya ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kelestarian ekosistem," tuturnya.
Program tersebut dinilai sebagai langkah konkret yang menunjukkan bahwa praktik perkebunan kelapa sawit tidak selalu berseberangan dengan upaya konservasi. Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab, kedua aspek tersebut dapat berjalan beriringan dan saling mendukung.
Inisiatif ini sekaligus mempertegas peran pekebun swadaya sebagai bagian dari solusi dalam menjaga lingkungan. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, upaya pelestarian alam di tingkat desa diharapkan semakin kuat dan berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)









