BORNEONEWS, Palangka Raya - Keberasaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD dengan forumnya dinilai menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Kalimantan Tengah.
Hal ini disampaikan Asisten Direktur Senior Kantor Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi TPAKD Semester I Tahun 2026.
"Keberadaan forum TPAKD memiliki peran penting dalam menyinergikan langkah antara pemerintah daerah, regulator, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," kata Andrianto dalam rilisnya pada Jumat, 17 April 2026.
Sinergi tersebut menjadi kunci dalam memperluas akses keuangan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.
Ia menegaskan, program TPAKD juga selaras dengan arah kebijakan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Pemerintah. Khususnya dalam upaya penguatan ekonomi daerah, pembangunan sumber daya manusia, serta hilirisasi sektor-sektor unggulan yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Lebih lanjut, Andrianto menyampaikan bahwa kolaborasi yang terbangun melalui TPAKD diharapkan mampu mempercepat inklusi keuangan, terutama dalam mendukung pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan akses pembiayaan yang lebih luas, pelaku UMKM diharapkan dapat berkembang dan berdaya saing.
“Forum TPAKD ini diharapkan dapat berperan strategis sebagai wadah sinergi antara pemerintah daerah, regulator, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong inklusi keuangan dan pembiayaan UMKM,” ujarnya.
Ia pun optimistis, melalui kerja sama yang kuat dan berkelanjutan, upaya peningkatan akses keuangan akan berdampak langsung pada terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, serta inklusif secara keuangan di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









