BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengusulkan sebanyak 86 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2027.
Kepala BKPSDM Pulang Pisau, Hendra, mengatakan usulan tersebut mengacu pada kebutuhan pengisian pegawai yang memasuki masa pensiun.
“Kuota CPNS 2027 sesuai surat dari BKN, kita hanya mengisi yang pensiun. Jadi yang kita ajukan kemarin itu 86 formasi,” ujar Hendra, Jumat, 17 April 2026.
Ia menjelaskan, jumlah tersebut masih bersifat usulan dan belum mendapatkan persetujuan final dari pemerintah pusat. Proses selanjutnya masih menunggu tindak lanjut dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Ini masih sebatas informasi awal, belum disetujui. Nanti akan ada tahapan lanjutan,” tambahnya.
Hendra menyebutkan, prioritas usulan formasi CPNS tahun 2027 difokuskan pada tenaga guru dan tenaga kesehatan. Hal itu disesuaikan dengan data pegawai yang akan pensiun pada periode 2026 hingga 2027, yang jumlahnya sekitar 86 orang.
“Rata-rata yang diusulkan itu tenaga kesehatan dan tenaga guru, karena kebutuhan di dua sektor ini masih cukup tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, secara umum jumlah aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Pulang Pisau dinilai sudah mencukupi. Namun, untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik masih mengalami kekurangan, terlebih dengan adanya pegawai yang akan memasuki masa pensiun.
Ia menambahkan, selama ini kebutuhan ASN juga telah terbantu melalui rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Meski demikian, kebutuhan tenaga kesehatan dan guru masih menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
“Kita masih kekurangan di tenaga kesehatan dan tenaga pengajar, sehingga itu yang menjadi prioritas usulan,” pungkasnya. (RETHA/H)









