BORNEONEWS, Palangka Raya – Bulog Wilayah Kalimantan Tengah terus memasok Minyakita ke pasar-pasar di berbagai kabupaten dan kota sebagai upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng di wilayah Kalimantan Tengah.
Pemimpin Wilayah Bulog Kalteng, Erwin Budiana mengatakan hingga saat ini pihaknya telah menyalurkan Minyakita hampir 3 juta liter.
“Sampai saat ini Bulog Kalteng telah menyalurkan Minyakita sebanyak hampir 3 juta liter,” ujarnya di Palangka Raya, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, langkah intervensi tersebut merupakan tindak lanjut mandat pemerintah kepada badan usaha milik negara (BUMN) untuk aktif menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasaran.
Mandat itu mengacu pada Permendag Nomor 43 Tahun 2025 terkait distribusi 35 persen dari total kuota domestic market obligation (DMO) Minyakita.
“Kami terus memasok Minyakita ke pasar-pasar. Hal tersebut sebagai upaya untuk menjamin ketersediaan minyak goreng maupun stabilitas harga sesuai harga eceran tertinggi,” jelasnya.
Erwin menambahkan, saat ini Bulog Kalteng masih memiliki stok Minyakita hampir 1 juta liter. Persediaan itu terus disalurkan tidak hanya ke pasar tradisional, tetapi juga ke jaringan mitra seperti Rumah Pangan Kita.
“Harapannya kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng murah dapat terus terpenuhi,” katanya.
Selain distribusi, Bulog juga melakukan monitoring langsung ke pasar untuk memastikan harga jual Minyakita tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
“Alhamdulillah semua pedagang sudah menjual dengan harga sesuai ketentuan,” tambahnya.
Sementara berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalimantan Tengah, harga Minyakita masih lebih murah dibanding minyak goreng lain di pasaran. Minyak goreng curah rata-rata dijual Rp16.233 per liter, sedangkan minyak goreng premium Rp23.055 per liter.









