BORNEONEWS, Palangka Raya - Kekurangan guru Bahasa Inggris di SD Negeri 8 Menteng menjadi perhatian Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Salundik. Apalagi, sekolah yang berada di Jalan G Obos XII itu sudah berbulan-bulan tidak memiliki guru tersebut dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan II itu menilai, kekurangan guru, khususnya untuk mata pelajaran penting seperti Bahasa Inggris, harus segera ditangani secara serius oleh dinas terkait.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada kualitas pendidikan siswa,” ujar Salundik, Sabtu, 18 April 2026.
Dari hasil reses, kurangnya guru tersebut memaksa pihak sekolah mengambil langkah darurat. Bersama komite sekolah dan wali murid, mereka berinisiatif mencari solusi agar proses pembelajaran tetap berjalan, meskipun dengan keterbatasan yang ada.
Upaya itu dilakukan dengan cara iuran dari orang tua siswa untuk membayar guru Bahasa Inggris paruh waktu. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pendidikan anak, namun di sisi lain juga mencerminkan belum optimalnya pemenuhan kebutuhan tenaga pengajar dari pemerintah.
Menurut Salundik, ketergantungan pada iuran wali murid bukan solusi jangka panjang. Pemerintah daerah, melalui dinas pendidikan, diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menempatkan tenaga pengajar yang sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Salundik juga menegaskan pentingnya pemerataan tenaga pendidik di seluruh sekolah, agar tidak ada lagi siswa yang dirugikan akibat kekosongan guru. Ia berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dan tindak lanjut demi menjaga kualitas pendidikan di Palangka Raya.
"Tidak boleh ada siswa yang dirugikan hanya karena kekosongan guru, ini harus segera ditangani,” tegas Salundik. (MARINI/y)









