PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pagi itu, matahari perlahan naik, menyinari tanah lapang sederhana yang akan menjadi saksi lahirnya harapan baru. Di tanah yang masih lapang, doa-doa dipanjatkan, tangan-tangan terangkat, dan langkah kecil menuju masa depan mulai ditorehkan.

Kamis, 16 April 2026, menjadi hari penting bagi keluarga besar SD Islam Terpadu (IT) Budi Luhur Pangkalan Bun dibawah naungan Yayasan Baitul Manshurin Pangkalan Bun. 

Sebuah prosesi sederhana namun sarat makna digelar peletakan batu pertama pembangunan gedung sekolah baru, di Bumi Al-manshurin, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Hadir dalam momen itu para pengurus yayasan, pembina, kepala sekolah, komite, hingga jajaran lainnya. Tak ada kemewahan berlebihan, namun suasana terasa khidmat. Setiap wajah memancarkan harapan yang sama: menghadirkan ruang belajar yang lebih layak bagi anak-anak.

Di bawah hangatnya mentari pagi, acara diawali dengan doa. Hening sejenak, seolah semua yang hadir menitipkan harapan yang sama, agar bangunan ini kelak tak hanya berdiri kokoh, tetapi juga melahirkan generasi yang kuat.

Saat batu pertama diletakkan, bukan sekadar pondasi bangunan yang dimulai. Di sanalah, cita-cita tentang pendidikan yang lebih baik ikut ditanamkan.

Pembina SD IT Budi Luhur, H. Bambang Yulianto, menyampaikan bahwa pembangunan ini bukan hanya soal fisik semata, melainkan bagian dari perjuangan panjang dalam mencetak generasi bangsa.

“Ini sebagai wujud perjuangan, menyumbangkan kepada negara SDM yang unggul dan berkarakter luhur,” ujarnya.

Ia membayangkan, dari ruang-ruang kelas yang akan dibangun nanti, akan lahir anak-anak yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Di sisi lain, Kepala SD IT Budi Luhur Ria Sukmawati tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Perjalanan menuju titik ini, menurutnya, bukan hal yang mudah. Ada doa, dukungan, dan uluran tangan dari banyak pihak yang akhirnya membuka jalan.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan pengurus yayasan, pembina, dan para donatur. Ini menjadi langkah awal yang sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pembangunan ini adalah amanah yang harus dijaga. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan.

“Kami akan bekerja keras membantu mewujudkan keinginan yayasan, membentuk generasi bangsa yang unggul, berilmu, serta berakhlakul karimah,” tambahnya.

Namun, perjalanan ini masih panjang. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, dua ruang kelas akan dibangun sebuah awal kecil untuk mimpi yang besar.

Di penghujung acara, harapan kembali dipanjatkan. Agar setiap proses berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu. Agar bangunan ini kelak benar-benar menjadi rumah kedua bagi anak-anak dalam menimba ilmu.

Di tanah itu, batu pertama telah diletakkan. Tapi lebih dari itu, sebuah harapan telah ditanam tentang masa depan yang lebih cerah, yang dimulai dari ruang-ruang kelas sederhana, di sudut Pangkalan Bun. (DANANG/H)