BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP menghadirkan inovasi layanan digital melalui Sistem Informasi Pungutan Ekspor atau ALEXIA guna mempermudah eksportir kelapa sawit dalam mengakses berbagai layanan administrasi.
Inovasi ini disosialisasikan melalui kegiatan bimbingan teknis yang digelar di Aula Nusantara, Kantor BPDP. Kegiatan tersebut diikuti para eksportir yang telah terdaftar dan menjadi bagian dari upaya peningkatan pemahaman terhadap mekanisme pungutan ekspor.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrahman, menegaskan bahwa ALEXIA dirancang sebagai platform terpadu yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha terhadap layanan yang cepat dan transparan.
"Melalui sistem ini, eksportir tidak hanya dapat memantau status pembayaran, tetapi juga mengajukan keberatan, mengurus pengembalian kelebihan pembayaran, serta melakukan konfirmasi pelunasan dalam satu aplikasi," kata Eddy dalam rilisnya pada Sabtu, 18 April 2026.
Menurutnya, kehadiran ALEXIA menjadi bagian dari komitmen BPDP dalam mendukung kemudahan berusaha, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
"Dengan sistem yang terintegrasi, BPDP optimistis kualitas layanan akan semakin meningkat, sekaligus memperkuat tata kelola penghimpunan dana perkebunan yang lebih modern dan akuntabel," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









