BORNEONEWS, Muara Teweh - Direktur RSUD Muara Teweh, Drg Dwi Agus Setejowati mengatakan, Drg Mario Agung Asmara sampai saat ini masih bertugas seperti biasa. Ia tetap aktif melayani pasien, kendati diterpa tuduhan memantik polemik SARA di media sosial Facebook.

“Sampai saat ini, saya belum melihat adanya pengawalan dari kepolisian di rumah sakit,” jelas Dwi Agus kepada Borneomews, Jumat (30/12/2016).

Dirut RSUD juga mengatakan, bahwa dirinya juga belum bertemu langsung dengan Mario untuk meminta menjelaskan permasalahan ini.

Kasus ini menjadi viral setelah akun Mario Agung Asmoro turut berkomentar di akun Pulau Dayak, yang menyebut salah satu rumah sakit di Muara Teweh didominasi oleh suku tertentu, sambil bernada merendahkan suku lainnya.

Namun, Mario sebelumnya membantah jika akun itu miliknya. Ia pun telah melaporkan masalah ini ke Polres Barito Utara karena merasa dirugikan. “Saya merasa dirugikan karena akun tersebut memposting hal berbau SARA dan dapat mengancam keselamatan jiwa saya. Sudah saya laporkan ke Polres Barito Utara tadi siang,” ucap Mario saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (28/12/2016). (RAMADANI/B-10)