SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Aksi pencurian tak henti meresahkan warga di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam dua kejadian berbeda, pelaku menyasar warung di kawasan dermaga hingga barak warga, bahkan terjadi di siang hari.

Percobaan pencurian terjadi di sebuah warung di kawasan Dermaga Penyeberangan Feri, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat malam, 17 April 2026. Aksi pelaku gagal setelah dipergoki pemilik warung.

Pemilik warung yang enggan disebutkan namanya mengatakan, saat kejadian kondisi warung sudah dalam keadaan rusak akibat dicongkel pelaku.

"Warung sudah dicongkel dan sudah terbuka, tapi belum sempat mengambil barang," katanya, Sabtu, 18 April 2026.

Namun, aksi mereka terhenti setelah keberadaan mereka diketahui oleh pemilik. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan membantu mengamankan kedua pelaku.

"Keduanya sudah diamankan, lalu dibawa ke Polsek Ketapang oleh suami saya," tambahnya.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diserahkan ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus tersebut masih dalam penanganan aparat setempat.

Tak hanya itu, aksi pencurian juga terjadi di kawasan barak di Kelurahan Baamang Hilir pada Sabtu, 18 April 2026 siang. Kejadian ini menimpa seorang warga bernama Sari. Ia mengungkapkan, rumahnya dibobol saat ditinggal dalam waktu singkat.

"Sekitar pukul 11.00 WIB saya keluar sebentar. Lalu jam 12.30 WIB ketika kembali, jendela sudah dibobol dan lemari terbuka semua," ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Sari kehilangan sejumlah uang tunai. Selain itu, barak di sebelahnya juga ditemukan tanda-tanda percobaan pembobolan, meski tidak berhasil.

Maraknya aksi pencurian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan penghuni permukiman padat. (DEWI PATMALASARI/H)