SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendukung kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) dalam membuat pakan ikan secara mandiri. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan usaha budidaya ikan di wilayah tersebut.

“Kami siap melakukan pendampingan dan pelatihan bagi Pokdakan yang ingin membuat pakan ikan mandiri,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kotim, Ahmad Sarwo Oboi, melalui Jabatan Fungsional (JF) Analis Akuakultur Ahli Muda, Bakhtiar, Sabtu, 18 April 2026.

Baru-baru ini, Dinas Perikanan memberikan pendampingan dan pelatihan kepada Pokdakan Sumber Jaya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Parenggean. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan resmi pokdakan terkait pendampingan pengoperasian mesin dan simulasi pencetakan pakan ikan yang diadakan pada Senin (13/4).

“Pendampingan dan pelatihan ini bertujuan agar kelompok mampu membuat pakan ikan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan lokal seperti dedak, tepung jagung, dan tepung ikan dari ikan rucah,” jelas Bakhtiar, tenaga ahli pembuatan pakan mandiri.

Ia menegaskan bahwa kemampuan memproduksi pakan mandiri sangat krusial untuk mendorong efisiensi usaha budidaya. Selain itu, pelatihan termasuk pengoperasian alat cetak pakan agar penggunaannya optimal dan berkelanjutan.

“Dengan pakan mandiri, biaya produksi bisa ditekan sampai 30 hingga 60 persen, sehingga keuntungan pembudidaya juga meningkat,” tambahnya.

Pembuatan pakan mandiri juga memiliki manfaat lain, yaitu mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang harganya cenderung fluktuatif dan memungkinkan pembudidaya menyesuaikan nutrisi sesuai kebutuhan ikan.

Pemanfaatan bahan baku lokal pun dinilai dapat memberdayakan potensi sumber daya sekitar serta mendukung kemandirian usaha budidaya ikan.

Program ini sejalan dengan Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) yang digagas pemerintah sebagai langkah memperkuat ketahanan ekonomi pembudidaya ikan di Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari Dinas Perikanan Kotim, para pokdakan diharapkan dapat semakin mandiri dan produktif dalam mengembangkan usahanya demi peningkatan kesejahteraan komunitas pembudidaya ikan. (DEVIANA/H)