BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang pelaksanaan audit sertifikasi, Badan Usaha Milik Desa atau BUMDesa Berkah Mulya Jaya atau BMJ, Desa Mekar Mulya, memperkuat kapasitas anggotanya melalui kegiatan sosialisasi atau refreshment prinsip dan kriteria (P&C) RSPO dan ISPO pada Rabu, 15 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Bina Bhakti ini diikuti oleh pekebun yang tergabung dalam unit sertifikasi, sebagai bagian dari upaya memastikan penerapan standar keberlanjutan di tingkat lapangan.
Materi yang disampaikan mengacu pada pembaruan terbaru, yakni standar RSPO yang mulai berlaku sejak November 2025 serta Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025 tentang ISPO, yang menggantikan regulasi sebelumnya.
Direktur BUMDesa Berkah Mulya Jaya, Choirul Fuadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi yang dilaksanakan secara bertahap di empat desa.
“Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Wonorejo dan akan dilanjutkan ke desa lainnya,” kata Choirul kepada Borneonews pada Sabtu, 18 April 2026.
Sebanyak 506 pekebun dari delapan kelompok tani di empat desa dijadwalkan mengikuti kegiatan ini. Setelah Desa Wonorejo dan Bina Bhakti, sosialisasi akan berlanjut di Desa Mekar Mulya dan Purwareja.
Menurut Choirul, kegiatan ini menjadi langkah penting dalam menghadapi audit penilikan ketiga (ASA-3) yang akan dilakukan oleh lembaga sertifikasi independen pada Juni 2026.
“Saat ini kami memasuki tahap audit penilikan, sehingga penting bagi pekebun untuk memahami prinsip dan kriteria yang berlaku,” katanya. (TESTI PRISCILLA/H)









