BORNEONEWS, Tamiang Layang – Rutan Kelas IIB Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, memperketat pengawasan dengan menggelar razia Insidental pada Sabtu malam, 18 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan tetap terjaga.
Razia yang berlangsung di Wisma Gagak tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan, Dhimas Calandra Anggita. Bersama regu pengamanan, petugas bergerak secara mendadak menyasar blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut arahan Kepala Rutan Tamiang Layang, yang menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Razia mendadak dinilai efektif untuk menutup celah pelanggaran yang berpotensi terjadi di dalam rutan.
“Kami bergerak secara mendadak agar pengawasan berjalan optimal dan tidak memberi ruang bagi potensi gangguan keamanan di dalam rutan,” ujar Dhimas usai kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan penggeledahan menyeluruh di setiap kamar hunian. Pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan humanis, namun tetap tegas dan sesuai prosedur. Seluruh barang milik warga binaan diperiksa secara detail guna memastikan tidak ada benda terlarang yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Hasil razia menunjukkan tidak ditemukan handphone maupun obat-obatan terlarang. Meski demikian, petugas mengamankan sejumlah barang berbahan kaca dan logam yang termasuk kategori terlarang. Barang-barang tersebut langsung disita, didata, dan akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Rutan Tamiang Layang, Agung Novarianto, menegaskan bahwa razia insidentil akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan.
“Kegiatan ini merupakan langkah nyata deteksi dini guna mencegah potensi gangguan kamtib. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan memastikan lingkungan rutan tetap aman, tertib, dan kondusif,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa terciptanya kondisi rutan yang aman tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran warga binaan dalam mematuhi aturan.
“Kami ingin membangun suasana yang tertib dan saling menghormati, sehingga proses pembinaan dapat berjalan optimal,” imbuh Agung.
Melalui intensifikasi razia dan pengawasan yang konsisten, Rutan Tamiang Layang menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari pelanggaran serta mampu menjamin keamanan bagi seluruh penghuni dan petugas. (AGUSTINUS BOLE MALO)









