BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Angin puting beliung menerjang Desa Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, pada Sabtu, 18 April 2026 sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa yang dipicu cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serta berdampak pada puluhan jiwa.
Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Kapuas, sebanyak 11 kepala keluarga atau 23 jiwa terdampak dalam kejadian ini. Data tersebut masih bersifat sementara seiring proses pendataan lanjutan di lapangan yang terus dilakukan oleh aparat setempat bersama tim BPBD.
Kerusakan yang ditimbulkan bencana ini cukup signifikan. Tercatat dua unit rumah mengalami rusak berat, sementara sembilan unit lainnya mengalami rusak ringan.
Selain itu, satu unit tiang listrik dilaporkan tumbang akibat terjangan angin kencang, yang sempat mengganggu aliran listrik di kawasan tersebut.
Warga yang terdampak langsung merasakan dampak dari bencana tersebut, mulai dari kerusakan tempat tinggal hingga terganggunya aktivitas sehari-hari. Beberapa keluarga terpaksa membersihkan puing-puing rumah dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan menyampaikan bahwa pihaknya segera merespons laporan kejadian dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan dan desa setempat. Langkah awal difokuskan pada pendataan korban dan kondisi kerusakan yang terjadi.
“Kami langsung melakukan koordinasi cepat dengan pihak kecamatan dan desa untuk memastikan kondisi di lapangan, sekaligus menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” ujar Pangeran S. Pandiangan.
Selain itu, upaya penanganan juga melibatkan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak guna mengantisipasi gangguan kesehatan pascabencana. Di sisi lain, pihak PLN turut bergerak cepat melakukan perbaikan terhadap jaringan listrik yang terganggu akibat tiang yang tumbang.
BPBD Kabupaten Kapuas menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi di lokasi kejadian serta memastikan bantuan yang diperlukan dapat segera tersalurkan.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (SABRIANOOR/R)








