PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap satu orang yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Katingan, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan resmi ditutup.

Korban yang dinyatakan hilang akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal pada hari ketiga pelaksanaan pencarian.

Korban yang teridentifikasi atas nama Tri Widiatmoko (32), warga Desa Talangkah sebelumnya dilaporkan hilang saat sedang mandi di tepi sungai pada Kamis 16 April 2025 sore.

Diduga arus sungai yang deras saat itu membuat korban terseret arus dan tenggelam sebelum sempat mendapatkan pertolongan dari rekannya yang berada di lokasi kejadian.

Upaya pencarian yang dilakukan secara intensif sejak hari pertama akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu siang. Sekitar pukul 11.00 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari masyarakat yang melihat adanya sesosok jenazah yang terapung di aliran sungai tersebut.

"Mendapat laporan dari warga, kami segera bergerak menuju lokasi yang dilaporkan. Korban ditemukan berjarak sekitar 20 Km dari lokasi awal kejadian (LKP)," ujar Ridwan selaku Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Minggu, 19 April 2026.

Setelah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Mas Amsyar Kasongan untuk dilakukan proses penanganan administrasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah itu, jenazah diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kepala Kantor SAR Palangka Raya, Anak Agung Ketut Alit Supartana, yang memantau langsung jalannya operasi pencarian, akhirnya menutup secara resmi kegiatan SAR.

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras dan sinergi yang terjalin baik antar instansi maupun dengan masyarakat, sehingga korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarga dengan baik.

"Terima kasih atas kerja keras dan sinergi seluruh pihak di lapangan sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan cepat," tutup Alit.

Dalam operasi pencarian ini, tim yang terlibat terdiri dari berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Sampit, BPBD Kabupaten Katingan, Satpolairud Polres Katingan, Palang Merah Indonesia (PMI), serta dibantu oleh keluarga korban dan masyarakat sekitar yang turut berperan aktif di lapangan. (PATHUR/R)