PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Palangka Raya menekankan pentingnya prioritas pemenuhan tenaga kesehatan dan guru dalam perencanaan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) tahun anggaran 2026–2027 yang tengah disusun Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

Anggota DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menilai tenaga medis di puskesmas masih menjadi kebutuhan mendesak karena berhubungan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

“Tenaga medis di puskesmas harus menjadi prioritas, karena ini menyangkut pelayanan kesehatan dasar yang langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Selain sektor kesehatan, ia juga menyoroti kekurangan tenaga pendidik, terutama di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Menurutnya, keterbatasan jumlah guru berpotensi memengaruhi kualitas proses belajar mengajar.

“Begitu juga dengan guru, terutama di SD dan SMP. Kekurangan tenaga pendidik harus segera diatasi agar kualitas pendidikan kita tetap terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Pemko Palangka Raya melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mulai merancang kebutuhan ASN untuk periode 2026–2027. Penyusunan ini difokuskan pada sektor-sektor prioritas yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar masyarakat.

Dalam rencana tersebut, usulan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diarahkan untuk mengisi kebutuhan di bidang kesehatan dan pendidikan. Langkah ini diambil guna menjaga kualitas layanan publik tetap optimal di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Hasan berharap, perencanaan kebutuhan ASN dilakukan secara matang dan tepat sasaran, sehingga kekurangan tenaga di sektor vital dapat dipenuhi secara bertahap.

“Dengan perencanaan yang baik, pelayanan publik bisa berjalan lebih efektif, merata, dan berkualitas,” tandasnya. (MARINI/j)