JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga masih melakukan evaluasi terkait rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan hingga saat ini belum ada keputusan terkait perubahan harga kedua jenis BBM tersebut.

“Masih dalam evaluasi,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Sementara itu, Pertamina sebelumnya telah resmi menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi lain, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang mulai berlaku sejak 18 April 2026.

Penyesuaian harga tersebut mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 dan telah melalui proses koordinasi serta pembahasan bersama pemangku kepentingan terkait.

Adapun rincian kenaikan harga, Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Untuk saat ini, harga Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di angka Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Green berada di Rp12.900 per liter.

Di sisi lain, Pertamina juga belum melakukan perubahan harga untuk BBM bersubsidi, yakni Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan, pemerintah hanya mengatur harga BBM bersubsidi, sedangkan BBM nonsubsidi menyesuaikan kondisi pasar dan pergerakan harga minyak dunia. (ANTARA)