BORNEONEWS, Sampit - Rabiatul Adawiyah (49), perempuan paruh baya ditemukan tewas membusuk, dan dikerumuni belatung di rumahnya, Jumat (30/12/2016). Jenasah warga Gg Tilung I, Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu, membujur di dapur, hanya mengenakan sarung, tanpa pakaian.
“Iya ada sesosok mayat wanita kami temukan dengan kondisi membusuk dan mengeluarkan belatung di dalam rumahnya,” ujar Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Reskrim Polres Kotim, Iptu Reza Fahmi, di Sampit, Jumat (30/12/2016).
Mayat tersebut ditemukan di dapur, dengan kondisi tiarap, bersarung tanpa memakai pakaian. Hingga saat ini belum diketahui persis penyebab kematian korban. Namun tidak ada ditemukan bekas benda tajam maupun tumpul di bagian tubuh perempuan itu.
“Tidak ada yang mengetahui tewasnya korban, karena dia hanya tinggal sendiri di rumah. Sedangkan sang suami bekerja di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat,” ungkap Reza.
Pihaknyapun masih mendalami penemuan mayat tersebut. Dimana sudah ada tiga saksi yang diperiksa, baik itu tetangga korban maupun karabat perempuan itu. Sementara dugaan sementara, korban tewas kurang lebih tiga hari, karena kondisi jasadnya sudah mengeluarkan belatung, bau busuk, dan juga cairan.
“Otopsi rencananya akan dilakukan pada Sabtu (31/12/2016), untuk saat ini belum diketahui pasti tewasnya korban,” kata Reza.
Sementara ditemukannya jasad wanita tersebut, bermula ketika warga sekitar mencium bau busuk dari rumah korban. Namun mereka tidak berani melakukan pemeriksaan, sehingga melaporkannya ke Mapolsek Ketapang. Hal itupun langsung ditindaklanjuti oleh polisi dengan mendatangi tempat kejadian.
Sesampainya di tempat itu, mereka memang mencium bau busuk yang sangat menyengat. Sehingga mereka langsung masuk ke dalam rumah tersebut, dan menemukan korban tiarap dengan kondisi berbelatung dan mengeluarkan cairan.
Hal itupun langsung disikapi dengan melakukan evakuasi, untuk dibawa ke RSUD Dr Murjani Sampit, dan dilakukan visum.
“Kami masih menunggu hasil visum, dan mudah-mudahan dapat segera dilakukan,” ungkap Reza. (M. HAMIM/N).








