JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Pagelaran budaya bertajuk “Gelora Nusantara” di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan menampilkan 1.000 penari dari 34 provinsi secara medley.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-51 TMII pada Sabtu, 18 April 2026.

Plt Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyebut pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pelestarian dan promosi budaya Nusantara di tingkat nasional.

“Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian dan promosi budaya nusantara di tingkat nasional,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara Anjungan Daerah TMII dan Forum Komunikasi Guru Tari, sehingga tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga sarana edukasi budaya.

Menurutnya, capaian rekor ini sejalan dengan tema HUT ke-51 TMII, yakni “Preservasi Budaya Tanpa Henti”.

“Melalui Gelora Nusantara, kami ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan proses berkelanjutan yang harus terus dihidupkan,” katanya.

Lebih dari 1.000 penari dari berbagai daerah menampilkan tarian khas dari seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari wilayah barat hingga timur Nusantara.

Beragam tarian yang ditampilkan antara lain Tari Bungong Jeumpa dari Aceh, Tari Sinanggar Tulo dari Sumatera Utara, Tari Janger dari Bali, hingga Tari Yamko Rambe Yamko dari Papua.

Dari Pulau Jawa, turut ditampilkan tarian ikonik seperti Tari Rek Ayo Rek, Tari Suwe Ora Jamu, Tari Cublak-Cublak Suweng, hingga Tari Ondel-Ondel dari Jakarta.

Seluruh rangkaian pertunjukan ditutup dengan penampilan kolosal tari medley “Kicir-Kicir” yang dibawakan secara massal oleh seluruh penari.

Ratri menegaskan, kegiatan ini menjadi simbol keberagaman budaya Indonesia yang dapat dirawat secara inklusif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, TMII akan terus menghadirkan pendekatan budaya yang lebih relevan, interaktif, dan dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan pencapaian ini, TMII semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi budaya unggulan sekaligus ruang edukasi dan promosi budaya Indonesia ke tingkat global. (ANTARA)