JAKARTA –

BORNEONEWS, Moskow – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menolak rencana pengerahan pasukan untuk merebut Pulau Kharg di Iran karena khawatir akan menimbulkan korban jiwa yang besar di pihak militer AS.

Menurut laporan media internasional yang mengutip sumber internal, Trump menilai operasi militer di pulau strategis tersebut berisiko tinggi bagi keselamatan pasukan.

Pulau Kharg sendiri merupakan pusat ekspor minyak utama Iran dan memiliki posisi strategis dalam jalur energi global, sehingga menjadi target penting dalam konflik yang tengah berlangsung.

Meski sebelumnya sempat mempertimbangkan opsi penguasaan wilayah tersebut, Trump disebut khawatir pasukan AS akan menjadi sasaran empuk dalam operasi darat.

Sumber menyebutkan kekhawatiran terhadap potensi korban besar menjadi alasan utama penolakan rencana tersebut.

Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat seiring konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutunya. Bahkan, sebelumnya AS dilaporkan telah melakukan serangan terhadap target militer di Pulau Kharg tanpa menyasar infrastruktur minyak.

Sejumlah laporan juga menyebut AS lebih memilih strategi tekanan ekonomi dan militer, seperti blokade jalur energi di Selat Hormuz, dibandingkan invasi darat yang berisiko tinggi.

Analis menilai, penguasaan Pulau Kharg memang dapat memberi keuntungan strategis besar, namun juga berpotensi memicu eskalasi konflik dan serangan balasan dari Iran.

Hingga kini, situasi di kawasan tersebut masih dinamis, dengan upaya diplomasi dan tekanan militer berjalan beriringan untuk mencapai kepentingan masing-masing pihak. (ANTARA/Sputnik)