JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Teknologi neuronavigasi dinilai mampu meningkatkan akurasi dalam prosedur medis kompleks, terutama pada bedah saraf dan penanganan stroke.

Salah satu teknologi yang digunakan adalah sistem Medtronic Neuronavigasi S8 yang disediakan oleh PT Itama Ranoraya Tbk.

Alat ini memungkinkan dokter melakukan operasi dengan panduan citra real-time, sehingga setiap tindakan dapat dipetakan secara presisi tinggi.

Head of Neuroscience Team Siloam Hospitals, dr. Michael Lumintang Loe, menyebut teknologi tersebut menjadi lompatan besar dalam layanan kesehatan modern.

“Dalam tindakan bedah saraf seperti tumor otak, saraf kejepit, dan stroke, teknologi navigasi memungkinkan operasi dilakukan dengan presisi hingga skala sub-milimeter secara real-time,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.

Ia menjelaskan, fitur seperti image fusion dan tractography membantu tenaga medis mengidentifikasi struktur saraf kritis sekaligus meminimalkan risiko kerusakan selama operasi.

Dengan demikian, seluruh tahapan mulai dari perencanaan hingga eksekusi tindakan dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, sistem ini juga terintegrasi dengan perangkat medis lain seperti 3D C-Arm serta memiliki desain ergonomis yang memudahkan tim bedah menjalankan prosedur kompleks.

“Desain yang user-friendly membantu tim bedah bekerja lebih nyaman, fokus, dan efisien,” tambahnya.

Pengenalan teknologi neuronavigasi tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Siloam Fair 2026 di Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan.

Dalam kegiatan itu, IRRA juga menghadirkan berbagai teknologi medis lainnya, seperti Electrosurgical Unit Valleylab dan sistem bor bedah Midas Rex.

Direktur Utama PT IRRA, Heru Firdausi Syarif, menegaskan kolaborasi antara penyedia teknologi dan fasilitas kesehatan menjadi kunci peningkatan kualitas layanan medis.

“Melalui teknologi navigasi bedah S8, kami berharap layanan operasi menjadi lebih presisi, aman, dan optimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Teknologi ini diklaim sebagai salah satu sistem neuronavigasi yang saat ini tersedia di Sumatera Utara dan menjadi bagian dari pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia. (ANTARA)