BORNEONEWS, Istanbul – Pemerintah Iran berencana membuka kembali wilayah udaranya secara bertahap dalam empat fase setelah sebelumnya terdampak konflik di kawasan.
Otoritas penerbangan Iran, Minggu, 19 April 2026 menyebut, fase pertama akan dimulai dengan mengizinkan penerbangan transit kembali melintas di wilayah udara negara tersebut.
Pada fase kedua, penerbangan dari bandara di wilayah timur Iran akan mulai dioperasikan kembali.
Selanjutnya, fase ketiga akan mencakup pemulihan operasional di bandara utama, yakni Bandara Mehrabad dan Bandara Imam Khomeini.
Sementara pada fase keempat, penerbangan dari bandara di wilayah barat Iran akan kembali dibuka.
Pihak otoritas menegaskan pembukaan kembali dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknis serta aspek keamanan dari pihak militer dan sipil.
“Penjualan tiket pesawat saat ini masih ditangguhkan, dan masyarakat diminta menunggu pengumuman resmi terkait operasional bandara,” demikian keterangan otoritas penerbangan yang dikutip media setempat, Minggu, 19 April 2026.
Namun hingga kini, belum ada jadwal pasti kapan proses pembukaan wilayah udara tersebut akan dimulai.
Langkah ini dilakukan setelah situasi keamanan di kawasan mulai mereda pascakonflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Sebelumnya, ketegangan meningkat sejak serangan militer pada akhir Februari, yang kemudian diikuti gencatan senjata sementara pada 8 April 2026.
Upaya diplomasi untuk mencapai perdamaian permanen masih terus berlangsung melalui mediasi sejumlah negara.
Pembukaan kembali wilayah udara ini diharapkan dapat memulihkan layanan penerbangan serta mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat secara bertahap. (ANTARA)









