BORNEONEWS, Banjarmasin - Memasuki hari kedua pencarian, Minggu, 19 April 2026, korban tenggelam di Sungai Martapura, Muhammad Jaini (19), masih belum ditemukan. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus berupaya melakukan pencarian di kawasan Kampung Sasirangan, Kota Banjarmasin.
Sejak pagi hingga siang hari, tim gabungan melakukan berbagai metode pencarian, mulai dari penyelaman hingga penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Sementara itu, tim water rescue memutuskan untuk menghentikan sementara proses penyelaman di dasar sungai. "Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca dan derasnya arus sungai yang dinilai membahayakan keselamatan tim," ungkap salah satu personel.
Selain itu, estimasi waktu pencarian di bawah permukaan air juga dinilai sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan pada saat itu. Tim kemudian mengalihkan fokus pencarian ke metode penyisiran di permukaan sungai.
Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet dan rescue board dengan memperluas area pencarian dari titik nol lokasi korban diduga tenggelam. Arus Sungai Martapura yang semakin kuat menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.
Sejumlah relawan dan instansi turut terlibat dalam operasi ini, di antaranya Perintis, Swadek Rescue, BPBD Kota Banjarmasin, Basarnas, Borneo Rescue Banjarbaru, serta Syi'arruddin. Mereka tetap bertahan di sekitar titik nol untuk memaksimalkan pencarian.
Hingga malam hari, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran secara intensif di permukaan sungai. Koordinasi antar tim juga terus dilakukan guna menentukan langkah pencarian selanjutnya.
Diketahui sebelumnya, Muhammad Jaini dilaporkan tenggelam pada Sabtu malam, 18 April 2026 sekitar pukul 20.40 WITA setelah diduga terjatuh ke sungai. Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan pencarian akan terus dilanjutkan. (SABRIANOOR/j)









