PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Klimatologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Andriani, merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kalimantan Tengah selama seminggu ke depan.

Informasi ini disampaikan sebagai upaya untuk memberikan gambaran kondisi atmosfer yang diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari maupun dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan cuaca.

"Secara umum, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah diprakirakan akan berawan sepanjang minggu ini," katanya, Senin, 20 April 2026.

Selain itu, terdapat potensi terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang berpeluang turun di beberapa titik wilayah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada meskipun hujan yang diprakirakan tidak terlalu ekstrem pada kondisi umumnya.

Dari segi parameter cuaca lainnya, suhu udara di wilayah ini diprediksi akan berkisar antara 23°C hingga 34°C. Sementara itu, tingkat kelembapan udara berada dalam rentang 50% hingga 100%, yang menandakan kondisi udara cukup lembap.

Untuk pola angin, umumnya bertiup dari arah Tenggara hingga Timur Laut dengan kecepatan yang bervariasi antara 5 hingga 20 kilometer per jam.

Selain kondisi cuaca di darat, Lian juga menyampaikan prospek tinggi gelombang di wilayah perairan, khususnya di Perairan Selatan Kalimantan Tengah.

Wilayah ini berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang yang perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar pesisir maupun bagi para pelaut yang akan melaut dalam waktu dekat.

Menyikapi potensi kondisi cuaca tersebut, pihak stasiun meteorologi mengeluarkan sejumlah peringatan dini. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang.

Selain itu, terdapat juga peringatan terkait potensi hujan lokal dengan intensitas serupa namun berdurasi singkat, yang berisiko menimbulkan angin kencang bahkan angin puting beliung.

Masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap dampak bencana yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca tersebut, seperti terjadinya genangan air, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

"Bagi warga yang tinggal di wilayah pesisir atau yang beraktivitas di laut, diharapkan untuk senantiasa waspada terhadap pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menambah tinggi gelombang dan menimbulkan kondisi yang berbahaya saat berlayar," pungkasnya. (PATHUR/R)