PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyambut baik terpilihnya Kota Cantik sebagai salah satu lokasi pelaksanaan National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

Dia menegaskan bahwa program kolaborasi nasional dan global yang didanai Bank Dunia ini memiliki keselarasan penuh dengan arah pembangunan jangka panjang pemerintah kota dalam menanggulangi masalah banjir.

Menurut Fairid, NUFReP sangat sejalan dengan salah satu Program Prioritas Kota Palangka Raya Tahun 2025-2029, yaitu Revitalisasi Drainase Kota.

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk menciptakan sistem pengaliran air yang lebih modern, mengingat tantangan cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah perkotaan belakangan ini.

"Kehadiran program NUFReP ini menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan infrastruktur. Hal ini selaras dengan janji dan fokus kami dalam RPJDM 2025-2029 untuk melakukan rehabilitasi serta pembangunan sistem drainase yang lebih kuat dan terencana," katanya, Senin, 20 April 2026.

Lebih lanjut, Wali Kota menjelaskan bahwa konsep revitalisasi yang diusung bukan sekadar pembangunan fisik biasa, melainkan harus bersifat adaptif terhadap perubahan iklim.

NUFReP diharapkan mampu mengintegrasikan infrastruktur yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, sehingga tidak hanya membuang air, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Fairid menambahkan keterlibatan lembaga internasional seperti Bank Dunia serta kementerian terkait (Bappenas, Kemenkeu, dan PUPR) membuktikan bahwa penanganan banjir di Palangka Raya kini menjadi perhatian serius di level nasional.

Ia berharap integrasi pembangunan drainase tangguh ini dapat memberikan dampak langsung bagi kenyamanan dan keamanan warga dari ancaman genangan air.

"Kami berkomitmen untuk terus mengawal program ini agar sinkron dengan visi Palangka Raya Keren dan berkelanjutan. Dengan dukungan pusat dan pendanaan global ini, saya optimis masalah drainase di titik-titik krusial kota dapat segera teratasi melalui sistem yang lebih komprehensif dan terpadu," pungkasnya. (HENDRI/H)