BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Muhammad Isro Wahyudin, menekankan pentingnya kualitas pembangunan venue Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, sehingga pengerjaan tidak hanya berorientasi pada target selesai tepat waktu.
Menurut Muhammad Isro Wahyudin, venue olahraga yang dibangun harus benar-benar memenuhi standar agar mampu menunjang suksesnya pelaksanaan Porprov sekaligus dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk pembinaan atlet daerah.
"Kami ingin memastikan pembangunan venue ini tidak sekadar rampung, tetapi kualitasnya juga harus menjadi prioritas utama di setiap tahap pekerjaan," jelasnya.
Wahyudin menyampaikan, DPRD melakukan pengawasan langsung ke lapangan untuk melihat progres riil pembangunan serta memberikan masukan apabila ditemukan hal-hal yang perlu dibenahi.
"Dengan turun langsung ke lapangan, kami bisa melihat sejauh mana progres pekerjaan berjalan dan memastikan semuanya sesuai perencanaan," jelasnya.
Menurut Wahyudin pembangunan tanpa perencanaan matang berpotensi menimbulkan persoalan teknis di kemudian hari, termasuk minimnya fungsi fasilitas setelah ajang olahraga selesai digelar.
"Jangan sampai venue dibangun terburu-buru tanpa perencanaan yang baik, lalu setelah Porprov justru tidak optimal dimanfaatkan. Ini harus kita hindari," jelasnya.
Wahyudin menambahkan, keberhasilan Kobar sebagai tuan rumah Porprov 2026 bukan hanya dilihat dari lancarnya penyelenggaraan event, tetapi juga dari keberlanjutan fasilitas olahraga yang dapat digunakan masyarakat dan atlet lokal.
"Sukses sebagai tuan rumah bukan hanya saat acara berlangsung, tetapi bagaimana venue ini nantinya menjadi aset olahraga daerah yang terus bermanfaat," jelasnya.
Wahyudin mendorong pemerintah daerah, pelaksana teknis, dan seluruh pihak terkait agar bekerja maksimal dengan komitmen bersama demi mewujudkan Porprov 2026 yang sukses dan membanggakan.
"Kami berharap semua pihak serius dan solid, sehingga Kobar benar-benar siap menjadi tuan rumah Porprov 2026 yang membanggakan," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









