SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sejumlah madrasah di wilayah selatan Kabupaten Kotawaringin Timur akan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai langkah inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Upaya tersebut diawali dengan pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) Syajaratul Ilmi. 

"Bimbingan teknis sudah dilakukan Jumat (17 April 2026) bagi guru-guru MI yang dipusatkan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), " kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kotim Nur Widyantoro, Senin, 20 April 2026.

Bimbingan teknis tersebut diikuti oleh 69 pendidik dari empat kecamatan, yaitu Mentaya Hilir Selatan, Pantai Hilir Utara, Pulau Hanaut, dan Teluk Sampit. Kegiatan bertujuan memperkuat pemahaman serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah wilayah selatan tersebut.

Widyantoro, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan baru yang wajib dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh guru madrasah. 

“Kurikulum Berbasis Cinta ini memang hal baru di madrasah kami sehingga perlu dipelajari dan dipahami dengan mendalam agar bisa meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur,” ujarnya. 

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran guru madrasah dalam menghadapi perkembangan zaman, terutama dalam penguasaan teknologi digital. 

“Guru diharapkan mampu beradaptasi serta memanfaatkan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini,” tambahnya.

Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai cinta, karakter, dan akhlak mulia dalam setiap proses belajar mengajar sehingga dapat membentuk peserta didik berakhlakul karimah.

“Dengan adanya bimtek yang digelar belum lama ini, kami berharap para pendidik madrasah, khususnya anggota KKG MI Syajaratul Ilmi, dapat terus meningkatkan kompetensi dan kualitas pembelajaran sehingga mampu berkontribusi secara maksimal dalam mencetak generasi yang berilmu, berkarakter, dan berbudi pekerti luhur,” pungkasnya. 

Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta menjadi momentum penting bagi madrasah di Kotawaringin Timur untuk memperbarui pendekatan pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan moral dan karakter peserta didik yang merupakan modal utama pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan. (DEVIANA/H)