BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, menyoroti fenomena antrian kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi belakangan ini.
Menurut pengamatannya, kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan kelancaran lalu lintas serta memicu keresahan di tengah masyarakat luas.
Siti Nafsiah menegaskan bahwa salah satu faktor utama yang menyebabkan terjadinya antrian panjang tersebut adalah adanya perilaku panic buying atau pembelian secara berlebihan yang dilakukan oleh sebagian masyarakat.
Perilaku ini muncul akibat adanya kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM), meskipun hingga saat ini belum ada kejelasan resmi terkait hal tersebut dari pihak berwenang.
Menyikapi kondisi yang terjadi, politisi dari Fraksi Golkar ini meminta kepada pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk segera mengambil langkah-langkah strategis guna meredam perilaku panic buying tersebut.
Ia menekankan bahwa penanganan terhadap masalah ini tidak bisa hanya bersifat teknis semata, tetapi juga memerlukan pendekatan komunikasi yang efektif untuk menenangkan masyarakat.
"Pemerintah perlu secara aktif memberikan sosialisasi dan informasi yang akurat, transparan, serta berkelanjutan terkait ketersediaan stok BBM di wilayah Kalimantan Tengah," katanya, Senin, 20 April 2026.
Dengan memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa pasokan BBM dalam kondisi aman dan mencukupi, diharapkan rasa khawatir yang melatarbelakangi pembelian berlebihan dapat berkurang secara bertahap.
Selain itu, Siti Nafsiah juga mengimbau agar pihak manajemen SPBU dan instansi terkait mengatur sistem pelayanan dengan lebih baik untuk mengurai antrian yang ada.
Pengaturan jadwal pembelian atau pembatasan kuota pembelian per kendaraan dapat menjadi solusi sementara agar kebutuhan BBM dapat terdistribusi secara adil kepada seluruh masyarakat yang membutuhkannya.
Ia berharap dengan adanya langkah-langkah yang tegas dan terkoordinasi dari seluruh pihak terkait, kondisi antrian panjang di SPBU dapat segera teratasi.
"Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya, sehingga stabilitas pasokan BBM dan ketertiban di masyarakat dapat tetap terjaga dengan baik" pungkasnya. (PATHUR/H)









