PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Erlan Audri, mendorong pembentukan holding UMKM berbasis klaster kerajinan tangan sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemasaran dan ekosistem industri kreatif di daerah.

Menurut Erlan, pelaku UMKM kerajinan di Palangka Raya memiliki potensi besar, namun masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal akses pasar, promosi, dan manajemen usaha. Karena itu, diperlukan wadah terpadu yang mampu mengakomodasi kebutuhan tersebut.

“Pembentukan holding UMKM ini penting agar para pelaku usaha bisa bersatu dalam satu sistem yang kuat, mulai dari produksi, pemasaran hingga distribusi. Dengan begitu, daya saing produk lokal akan meningkat,” ujar Erlan, Senin 20 April 2026.

Ia menjelaskan, konsep klaster akan memudahkan pengelompokan jenis usaha kerajinan seperti anyaman, ukiran, hingga produk berbasis kearifan lokal lainnya. Dengan pendekatan ini, pembinaan dan pengembangan usaha bisa dilakukan secara lebih terarah dan efektif.

"Selain itu, holding UMKM juga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta, perbankan, hingga platform digital untuk memperluas jangkauan pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional," tambahnya.

Erlan menambahkan, pihaknya di DPRD akan terus mendorong pemerintah kota untuk memberikan dukungan konkret, termasuk dari sisi regulasi, pendanaan, dan pelatihan bagi pelaku UMKM agar ekosistem kreatif di Palangka Raya semakin berkembang dan berkelanjutan. (MARINI/H)