PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Program penambahan satu juta formasi guru yang digulirkan oleh pemerintah pusat menjadi peluang besar bagi daerah-daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah, untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik yang selama ini menjadi perhatian.

Program ini diharapkan dapat mengisi kekosongan posisi pengajar dan mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di seluruh jenjang pendidikan. Namun, hingga saat ini Kalimantan Tengah dinilai belum mampu menyerap kuota formasi guru tersebut secara maksimal.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, mengingat dampaknya yang dapat dirasakan langsung oleh dunia pendidikan di daerah tersebut.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering, menegaskan bahwa perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh dan komprehensif untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang menjadi penghambat dalam proses penyerapan formasi guru tersebut.

"Menurut saya rendahnya serapan atau adanya keterlambatan dalam penyerapan ini dapat berdampak langsung pada kualitas layanan pendidikan, terutama di wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga pengajar," katanya, Senin, 20 April 2026.

Oleh karena itu, langkah-langkah yang cepat, tepat, dan terukur dinilai sangat penting agar peluang besar yang telah diberikan oleh pemerintah pusat ini tidak terbuang sia-sia. Pemenuhan kebutuhan guru yang optimal menjadi salah satu kunci utama dalam memajukan dunia pendidikan di Kalimantan Tengah.

Untuk membahas permasalahan ini secara lebih mendalam, DPRD Kalteng berencana memanggil instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Kami ingin mengetahui secara jelas di mana letak persoalannya, apakah dari sisi administrasi, persyaratan, atau kendala teknis lainnya, sehingga bisa dicarikan solusi bersama," ujar Yohannes.

Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk menggali informasi secara rinci mengenai berbagai kendala yang dihadapi dalam proses penyerapan formasi tersebut.

"Melalui RDP ini, diharapkan akan ditemukan kejelasan masalah serta langkah strategis yang dapat segera diimplementasikan, sehingga serapan formasi guru di Kalimantan Tengah dapat meningkat, kebutuhan tenaga pendidik terpenuhi, dan pemerataan pendidikan dapat tercapai secara bertahap," pungkasnya. (PATHUR)