PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi, menegaskan bahwa persoalan anak putus sekolah masih menjadi perhatian serius dan perlu penanganan pencegahan terpadu dari pemerintah daerah.

Ia mengungkapkan, faktor utama penyebab anak putus sekolah didominasi oleh kondisi ekonomi keluarga. Selain itu, beban biaya operasional seperti transportasi dan pembelian seragam sekolah juga menjadi kendala yang kerap dihadapi masyarakat.

Tak hanya itu, Hasan menilai rendahnya motivasi belajar pada sebagian anak turut memperparah situasi. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan aspek sosial dan lingkungan.

“Perlu ada langkah konkret dan terintegrasi. Kami mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk meningkatkan sinergi, terutama dalam pembaruan dan validasi data penerima bantuan,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, data yang akurat sangat penting agar program bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran dan mampu menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah.

Hasan berharap melalui koordinasi yang lebih baik antarinstansi, tidak ada lagi anak di Palangka Raya yang kehilangan akses pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi maupun persoalan administratif. (MARINI/j)