PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menemukan kasus serta memastikan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan penemuan kasus secara dini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan TBC di tengah masyarakat.

“Semakin cepat kasus ditemukan, maka penanganan bisa segera dilakukan dan risiko penularan dapat ditekan,” ujarnya di Palangka Raya, Senin, 20 April 2026.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama dalam penanganan TBC adalah masih adanya pasien yang belum terdeteksi atau enggan memeriksakan diri sejak dini. Selain itu, tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga selesai juga menjadi tantangan tersendiri.

Menurutnya, pengobatan TBC membutuhkan waktu cukup panjang sehingga diperlukan komitmen kuat dari pasien, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan dalam mendampingi proses penyembuhan.

Karena itu, Dinas Kesehatan Kalteng terus mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami gejala TBC dan pentingnya pemeriksaan sejak dini.

Selain edukasi, penguatan layanan kesehatan juga terus dilakukan guna memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan optimal hingga sembuh dan tidak menularkan penyakit ke orang lain. (MARINI/J)