PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 25 komunitas penggerak literasi dari berbagai daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti kegiatan Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 20-24 April 2026 di Palangka Raya. Program ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran komunitas dalam meningkatkan budaya literasi di daerah.

Pembinaan ini menghadirkan beragam narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari pustakawan, penggiat literasi, pelaku seni dan teater, pembatik, hingga penyuluh bahasa. Kehadiran para narasumber tersebut memberikan perspektif yang luas dan komprehensif terkait pengembangan literasi yang tidak hanya berfokus pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup aspek budaya dan kreativitas.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau dalam sambutannya, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung gerakan literasi di daerah. Ia menyebutkan, bahwa meskipun terdapat efisiensi anggaran, program literasi tetap menjadi prioritas utama dan tidak mengalami pemotongan.

“Kegiatan kita mengalami efisiensi anggaran cukup besar. Tetapi khusus literasi kami tidak potong anggarannya dan tetap kami lakukan programnya, yaitu melakukan pembinaan komunitas penggerak literasi, karena mempunyai tanggung jawab besar untuk meningkatkan indeks pembangunan Indonesia, khususnya Kalimantan Tengah,” ujar Sukardi Gau.

Menurut Sukardi, penguatan literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia, khususnya di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, pembinaan terhadap komunitas literasi menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kemampuan literasi dasar di kalangan anak-anak.

Selama empat hari pelaksanaan kegiatan inti, peserta dibekali berbagai materi dan praktik yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai penggerak literasi. Fokus utama diarahkan pada penguasaan literasi dasar anak-anak, yang menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan dan pengembangan diri.

Ia juga menekankan adanya semangat bersama di antara seluruh peserta untuk meningkatkan kualitas literasi anak-anak di Kalimantan Tengah. 

“Ada keinginan bersama bagaimana meningkatkan literasi anak-anak dari Kalteng. Kami sangat berharap dukungan dari komunitas literasi se-Kalteng untuk melakukan penguatan literasi di daerah ini,” tambahnya.

Selain literasi, kegiatan ini turut menyoroti pentingnya penguatan sastra sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari literasi.

 “Sebetulnya literasi dan sastra tidak beda jauh, keduanya saling berkaitan dan saling menguatkan,” jelas Sukardi.

Kegiatan pembinaan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar komunitas literasi se-Kalimantan Tengah. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling berbagi pengalaman, menjalin relasi, serta memperkuat jejaring kolaborasi dalam upaya memajukan gerakan literasi di daerah. (NURITA/j)