BORNEONEWS, Palangka Raya – Hasil survei independen yang dilakukan tim In-Depth Politics terkait kriteria rektor baru menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) menekankan pentingnya rektor yang memiliki integritas tinggi dan mengedepankan diskusi terbuka dalam membahas segala hal demi kemajuan kampus.
“Rekam jejak integritas (bebas KKN/Plagiarisme) rektor ke depan, responden mahasiswa menilai ‘sangat penting’ sebanyak 95,10%, sebagai kualitas kepemimpinan yang paling diharapkan dari seorang rektor ke depan,” ujar Ketua Tim Survei, Roby Kristyanto, Senin, 20 April 2026.
Dia melanjutkan, mahasiswa juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara rektor dan civitas akademika. Sebanyak 96,18 persen responden menilai forum diskusi terbuka dengan mahasiswa sangat penting. Kemudian, mayoritas responden, yakni 95,21 persen, menginginkan forum tersebut digelar minimal satu kali dalam satu semester.
“Jadi, survei ini dilaksanakan pada tanggal 8 – 14 Maret 2026, dengan melibatkan 1.035 responden dari delapan fakultas,” ungkapnya.
Selain hal tersebut, Roby juga menyampaikan hasil survei lainnya dalam figur rektor baru. Berikut rinciannya.
Dari sisi kualifikasi akademik, 95,32 persen mahasiswa menilai figur rektor dengan latar belakang profesor (guru besar) sangat dibutuhkan. Sementara itu, 80,45 persen responden menyatakan setuju jika rektor berasal dari internal kampus. Sebaliknya, 88,32 persen responden menilai latar belakang kedaerahan bukan faktor yang relevan dalam menentukan kepemimpinan rektor.
Mahasiswa juga menyoroti pentingnya jejaring internasional. Sebanyak 85,74 persen responden menilai kemampuan menjalin kolaborasi luar negeri sebagai hal yang sangat penting dimiliki oleh rektor.
Terkait prioritas kerja, 78,21 persen responden memilih perbaikan fasilitas sarana dan prasarana kampus sebagai fokus utama yang harus segera diselesaikan oleh rektor baru. Selain itu, mahasiswa juga mengharapkan rektor mampu memfasilitasi program hibah yang menjangkau seluruh dosen dan mahasiswa (72,46 persen), serta mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengembangan kompetensi (70,11 persen) dan kegiatan pengabdian maupun riset nasional dan internasional (70,02 persen).
Dalam hal komunikasi, media sosial seperti Instagram dan Facebook dinilai sebagai platform paling efektif oleh 67,43 persen responden untuk menjembatani interaksi antara mahasiswa dan rektor.
Adapun kualitas kepemimpinan yang paling diharapkan adalah sosok yang inovatif dan visioner terhadap perubahan, dengan persentase 60,22 persen. Sementara itu, terkait sikap terhadap kebebasan berpendapat, 35,89 persen responden menginginkan rektor bersikap terbuka dan mengajak dialog langsung, disusul 34,56 persen yang berharap adanya ruang kebebasan berpendapat bagi mahasiswa.
Secara umum, hasil survei ini menegaskan bahwa mahasiswa UPR menginginkan pemimpin yang berintegritas, komunikatif, serta mampu membawa kampus berkembang secara inklusif dan berdaya saing global. (BUDI/Y)









