SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau seluruh calon jemaah haji (CJH) untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan haji tahun 2026.

"Sebelum keberangkatan, kami berharap jemaah tetap menjaga kesehatan, rutin berolahraga, serta mengatur pola makan dan istirahat agar tetap dalam kondisi prima," kata Kepala Kantor Kemenhaj Kotim, Tiariyanto, Selasa, 21 April 2026.

Ia menyebutkan, calon jemaah haji asal Kotim memiliki rentang usia yang cukup beragam. Jemaah tertua berusia 77 tahun, sedangkan yang termuda berusia 24 tahun.

"Rata-rata usia jemaah di atas 40 tahun, sehingga kesiapan fisik harus benar-benar diperhatikan," tambahnya.

Untuk tahun ini, jumlah jemaah haji Kotim terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 6 sebanyak 167 orang dan kloter 19 sebanyak 4 orang.

Tiariyanto menambahkan, persiapan jemaah secara umum sudah hampir rampung. Saat ini hanya tinggal menunggu pembagian koper sebelum keberangkatan.

"Persiapan jemaah bisa dikatakan sudah 90 persen. Tinggal menunggu koper dan siap berangkat," katanya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang memfasilitasi transportasi udara menuju embarkasi. Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu jemaah, terutama dalam mengurangi kelelahan selama perjalanan.

"Dengan adanya pesawat menuju embarkasi, tentu sangat membantu karena mempersingkat waktu tempuh sehingga jemaah tidak terlalu lelah," ucapnya.

Terkait situasi global, khususnya konflik di Timur Tengah, Tiariyanto memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 tetap aman. Hal itu merujuk pada pernyataan pemerintah pusat dan jaminan dari pemerintah Arab Saudi.

"Disampaikan Wamen bahwa keberangkatan haji tahun ini aman dan tidak terpengaruh oleh eskalasi konflik di Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi juga sudah memberikan jaminan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)