SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Dexlite di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibantah oleh pihak Depot Pertamina Patra Niaga. Antrean panjang di sejumlah SPBU disebut bukan karena kekurangan stok, melainkan lonjakan permintaan dari konsumen industri.

Pengawas Operasional Depot Pertamina Patra Niaga Sampit, Afif, menjelaskan bahwa secara kuota, pasokan BBM untuk wilayah Kotim dan sekitarnya justru dalam kondisi aman, bahkan melebihi permintaan normal.

"Isu kelangkaan itu sebenarnya tidak benar. Stok kami aman, bahkan over dari permintaan. Kami tetap kirim dan layani sesuai kebutuhan," ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Menurutnya, antrean yang terjadi di SPBU beberapa hari terakhir disebabkan adanya peralihan konsumen industri ke SPBU. Hal ini dipicu selisih harga yang cukup tinggi antara BBM industri dengan Dexlite.

"Harga BBM industri saat ini bisa mencapai Rp30 ribu hingga Rp34 ribu per liter, sementara Dexlite sebelumnya (sebelum naik) sekitar Rp14.500. Selisih harga ini yang membuat konsumen industri beralih ke SPBU," tambahnya.

Padahal, secara aturan, SPBU diperuntukkan bagi masyarakat umum, bukan untuk kebutuhan industri skala besar yang seharusnya memiliki jalur distribusi tersendiri.

"Memang secara regulasi tidak diperbolehkan industri mengisi di SPBU. Tapi karena selisih harga tinggi, mereka beralih, sehingga terjadi penumpukan," tambahnya.

Ia menyebut, dalam sehari, konsumsi industri bisa mencapai 500 hingga 600 kiloliter (kL). Sementara distribusi untuk SPBU di wilayah Kotim, Seruyan, dan Katingan berkisar antara 140 hingga 180 kL per hari.

"Jadi ketika konsumsi industri masuk ke SPBU, otomatis permintaan melonjak tajam. Ini yang menyebabkan antrean," tegasnya.

Ia memastikan, distribusi BBM tetap berjalan normal sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas).

"Kuota harian sudah diatur. Kami juga fleksibel, jika permintaan meningkat tetap kami layani. Jadi tidak ada istilah stok kritis atau kosong," tandasnya.

Sementara itu, terkait maraknya isu pelangsir BBM di lapangan, pihak Pertamina enggan memberikan keterangan lebih lanjut. (DEWI PATMALASARI/y)