PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Barito Utara memberikan apresiasi atas pelaksanaan program SICANTIKS yakni Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah yang dinilai strategis dalam meningkatkan kapasitas perempuan di bidang keuangan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara, Eveready Noor, menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Menurutnya, ibu kerap berperan sebagai “menteri keuangan” yang mengatur anggaran, merencanakan masa depan anak, hingga menentukan keputusan finansial keluarga.

Di tengah peran tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai tantangan.

"Maraknya tawaran investasi ilegal, penipuan digital, hingga risiko keuangan lainnya menjadi ancaman nyata, terutama bagi mereka yang belum memiliki pemahaman memadai terkait layanan keuangan," kata Eveready dalam rilis OJK Kalteng pada Selasa, 21 April 2026.

Eveready menyebut, banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami manfaat dan risikonya. Kondisi ini menjadikan edukasi keuangan sebagai kebutuhan mendesak, khususnya bagi perempuan yang memegang kendali pengelolaan keuangan keluarga.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, ibu-ibu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga lebih percaya diri dalam mengelola keuangan serta membangun kesadaran untuk lebih bijak mengelola keuangan, selektif memilih produk, dan waspada terhadap investasi yang tidak jelas legalitasnya,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, serta BSI Area Banjarmasin. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pengelolaan keuangan sehat, pemanfaatan layanan keuangan syariah, dan peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.

Selain penguatan literasi, kegiatan ini juga mendorong inklusi keuangan syariah melalui fasilitasi pembukaan rekening syariah bagi peserta. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga mendorong pemanfaatan langsung produk dan layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari. (TESTI PRISCILLA/H)