TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Sebanyak 119 siswa dari tingkat SMA, SMK, dan MAN se-Kabupaten Barito Timur resmi mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.

Kegiatan yang menjadi ajang pencarian generasi muda berkarakter ini dibuka di GPU Mantawara Tamiang Layang, Selasa, 21 April 2026.

Pembukaan seleksi dilakukan oleh Asisten II Setda, Amrullah. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur staf ahli bupati, TNI, Polri, serta ratusan peserta yang tampak antusias mengikuti tahapan awal seleksi.

Dalam sambutannya, Amrullah menegaskan bahwa seleksi Paskibraka bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan proses strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berjiwa nasionalisme tinggi. 

Ia menyebut, peserta yang terpilih nantinya akan mengemban tugas kehormatan sebagai pengibar bendera pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Seleksi ini bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ini adalah proses penting untuk mencetak generasi muda yang berintegritas,” ujar Amrullah.

Asisten I juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, khususnya para pelatih dan pembina. Menurutnya, dedikasi para pembina menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan mental dan fisik para peserta.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan baik. Peran pelatih dan pembina sangat besar dalam membentuk kualitas peserta,” tambahnya.

Amrullah turut berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki. Ia berharap momentum ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan diri sekaligus mempererat persaudaraan antar pelajar.

“Jadikan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, dan membangun solidaritas. Tunjukkan bahwa kalian adalah putra-putri terbaik Barito Timur,” tegasnya.

Amrullah juga menekankan pentingnya profesionalisme tim penilai dalam menentukan hasil seleksi. Proses penilaian, menurutnya, harus dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel agar menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili daerah.

“Kami berharap tim penilai bekerja secara profesional dan objektif, yang terpilih benar-benar memiliki kualitas, baik dari segi fisik maupun karakter,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Haryudiansyah, dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta akan mengikuti rangkaian seleksi selama tiga hari. Tahapan seleksi meliputi berbagai aspek penilaian, mulai dari fisik, mental, hingga wawasan kebangsaan.

“Seleksi ini diikuti oleh 119 siswa dari berbagai sekolah di Barito Timur dan akan berlangsung selama tiga hari. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses ini dengan maksimal,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Barito Timur berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap menjalankan tugas kenegaraan, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan masyarakat serta mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)