SAMPIT –

 BORNEONEWS, Sampit– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)  melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat kembali melaksanakan pelatihan kerja

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kotim, Rody Kamislam saat mewakili Bupati Kotim Halikinnor membuka kegiatan tersebut mengungkapkan Program pelatihan ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kompetensi pencari kerja, sehingga mampu bersaing di dunia kerja maupun membuka peluang usaha mandiri. 

“Kita patut bersyukur bahwa di tahun 2026 ini, melalui UPTD BLK, kita mendapatkan lima paket pelatihan yang hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kompetensi bagi pencari kerja khususnya masyarakat Kotawaringin Timur,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Lima paket pelatihan yang tersedia tersebut meliputi pelatihan bakery/roti, menjahit, teknik listrik, pengelasan, dan teknisi handphone. 

Menurutnya, tujuan utama pelatihan itu adalah menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing yang selaras dengan kebutuhan pasar kerja yang dinamis serta potensi unggulan daerah.  “Pelatihan ini sangat baik untuk memberi kontribusi lebih besar pada pengembangan ekonomi daerah dan dunia industri,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keahlian yang diperoleh peserta pelatihan dapat membuka peluang kerja sebagai karyawan ataupun sebagai pengusaha. Ia melihat kejuruan pelatihan tersebut prospektif bagi pengembangan ekonomi dan dunia usaha di Kotim. 

"Selain menjadi skill sebagai karyawan, para peserta yang memiliki kemampuan ini juga dapat membuka lapangan kerja sendiri,” jelas Rody.

BLK juga memberikan prioritas kepada calon peserta dari kelompok rentan seperti keluarga miskin, putus sekolah, single parent, dan korban PHK. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran sekaligus meningkatkan inklusivitas kesempatan kerja.

Dia menyampaikan harapan besar agar BLK Kotawaringin Timur dapat menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kewirausahaan terpadu di masa depan.

 “Mudah-mudahan BLK bisa mengemban peran mulia sebagai kawah candradimuka lahirnya startup baru yang sesuai potensi lokal kita di bidang pertanian, perkebunan, pariwisata, dan industri kreatif yang harus ditopang kemampuan di bidang teknologi informasi,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja BLK yang terus mencetak sumber daya manusia unggul, mandiri, dan kreatif.

“Kami berharap BLK dapat terus meningkatkan prestasinya demi kemajuan daerah dan peningkatan kapabilitas masyarakat,” pungkas Rody.

Jumlah peserta pelatihan sebanyak 80 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Kotawaringin Timur mengikuti program tersebut dengan antusias. 

Dengan adanya program tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mengurangi tingkat pengangguran sekaligus menyiapkan tenaga kerja siap pakai yang mampu bersaing di pasar kerja maupun menjadi pelaku usaha mandiri yang produktif. (DEVIANA/R)